Kementerian Pertanian Republik Indonesia - Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya

Karantina Surabaya Fasilitasi Ekspor 44 Ton Ekstrak Peptida ke Bangladesh

20 Oktober 2020


Karantina Surabaya Fasilitasi Ekspor 44 Ton Ekstrak Peptida ke Bangladesh
Surabaya - SobatQ apakah sudah pernah mendengar tentang ekstrak peptida? Peptida adalah suatu zat yang terdapat di alam dalam bentuk alami maupun sintetik. Peptida sangat baik untuk meningkatkan kesehatan dan produktifitas ternak.
Salah satu contoh peptida alami adalah ekstrak peptida dari kepala udang. Selain dapat digunakan untuk meningkatkan berat badan dan kesehatan hewan, ekstrak ini juga bermanfaat untuk kinerja enzim pencernaan ternak. Oleh sebab itu, Bangladesh sangat berminat untuk mendatangkan ekstrak peptide dari Indonesia.
Pada Juma’at (16/10) Pejabat Karantina Pertanian Surabaya wilker Tanjung Perak melakukan pemeriksaan 44 Ton ekstrak peptida kepala udang asal Sidoarjo yang akan di ekspor ke Bangladesh.
“Pemeriksaan dilakukan untuk memenuhi persyaratan negara tujuan, jika semua sudah terpenuhi maka dokter hewan karantina akan segera merilis sertifikat karantina hewan (red. KH-13) sebagai persyaratan ekspor, ” Jelas Indah Sofiana, dokter hewan yang melakukan pemeriksaan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan diketahui bahwa ekstrak peptida tersebut sehat, aman dan siap diekspor ke Bangladesh. Disamping itu kemasannya baik dan tidak terjadi kerusakan atau kebocoran, sehingga KH 13 dapat diterbitkan dan komoditas tersebut segera berlayar ke Bangladesh.
Ekspor ini tercatat di IQfast yang kedua kalinya dilakukan melalui Karantina Pertanian Surabaya sepanjang Tahun 2020, dengan total volume sejumlah 66 Ton senilai Rp. 975,15 juta
SobatQ, Indonesia sangat kaya, banyak sekali komoditas pertanian dan turunanya yang berpotensi untuk diekspor. Jadi apakah ada yang berminat menjadi eksportir ?.
Komentar
Kontak dan Bantuan
Berita Terkini
Berita Instansi
Berita lainnya
Kata Kunci
Ayo ikut survei Kepuasan Pelayanan Publik Masukkan Anda sangat membantu kami dalam meningkatkan Pelayanan Publik. Ikuti Survei