Pemerintah Provinsi Jawa Tengah-Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan

MENGENAL LEBIH DEKAT PADI INPARI IR NUTRI ZINC

02 Juni 2020


Sebagai upaya mendukung program Pengembangan Produk Biofortifikasi Inpari IR Nutri Zinc di tingkat pengguna teknologi, Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) telah menyelenggarakan bimbingan teknis secara daring dengan topik ‘’Inpari IR Nutri Zinc, Produk Biofortifikasi Salah Satu Solusi Menangani Stunting di Indonesia”  pada tanggal 20 Mei 2020 yang diikuti oleh perwakilan 9 provinsi. Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak diwakili Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura serta Kelompok Jabatan Fungsional. Pada MT II ini di Desa Tlogosih Kecamatan Kebonagung Kabupaten Demak telah ditanam padi Inpari IR Nutri Zink dimaksud.

Inpari IR Nutri Zinc mempunyai banyak kelebihan dibanding beberapa varietas lain dalam hal kandungan Zn. Berdasarkan data deskripsi yang dikeluarkan melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian tahun 2019, bahwa kandungan Zn pada varietas tersebut sebesar 34,51 ppm sementara varietas lain seperti Ciherang memiliki kandungan 24.06 ppm. Keunggulan itulah diharapkan dapat turut mensukseskan program pemerintah dalam mengatasi kekurangan gizi  Zinc dan meminimalisir stunting di Indonesia.

Kekurangan Zn dalam tubuh selain berakibat menurunnya daya tahan tubuh, produktifitas, dan kualitas hidup manusia, kekurangan gizi Zn juga menjadi salah satu faktor kekerdilan atau stunting. Biofortifikasi pada Inpari IR Nutri Zinc diharapkan dapat membantu peningkatan nilai gizi sekaligus mengatasi kekurangan gizi besi pada masyarakat. Varietas ini memiliki kadar amilosa 16,6 persen dan potensi kandungan Zn 34,51 ppm. Selain kaya nutrisi, varietas ini juga memiliki produktivitas tinggi, tahan WBC, Blas, dan Tungro, serta rasa nasi enak. Gaya hidup sehat yang terus berkembang mendorong kian tingginya kebutuhan masyarakat akan pangan sehat. Berkembangnya ilmu dan teknologi, membuat fungsi nasi pun bergeser, bukan hanya sumber karbohidrat namun sekaligus fungsi kesehatan.

 

 

Deskripsi Inpari IR Nutri Zinc sebagai berikut :

Tahun Dilepas                    :    2019

SK Menteri Pertanian        :    168/HK.540/C/01/2019

Asal Persilangan                :    IR91153-AC 82/ IR05F102// IR 68144-2B-2-2-3-166 /// IRRI145

Golongan                           :    Cere

Umur Tanaman                  :    ± 115 hari

Bentuk Tanaman               :    Tegak

Tinggi Tanaman                 :    ± 95 cm

Daun Bendera                   :    Tegak

Bentuk Gabah                   :    Ramping

Warna Gabah                     :    Kuning jerami

Kerontokan                        :    Sedang

Kerebahan                         :    Sedang

Tekstur Nasi                      :    Pulen

Kadar Amilosa                  :    16,60%

Berat 1000 Butir                :    ± 24,60 gram

Rata Rata Hasil                 :    ± 6,21 ton/ha

Potensi Hasil                      :    ± 9,98 ton/ha

Hama :

  • Agak tahan WBC biotipe 1, 2
  • Agak rentan WBC biotipe 3

Penyakit :

  • Agak tahan HDB patotipe III, dan rentan HDB patotipe IV dan VIII pada stadia vegetatif
  • Agak tahan HDB patotipe III rentan patotipe IV dan VIII pada stadia generatif
  • Tahan blas ras 033, 073, 133
  • Rentan blas 173
  • Agak tahan tungro inakulum Garut dan Purwakarta

Sifat Khusus :

  • Potensi kandungan Zn 34,51 ppm
  • Rata-rata kandungan Zn 29,54 ppm

Anjuran Tanam : Baik ditanam untuk lahan sawah irigasi pada ketinggian 0-600 mdpl

Pemulia : Untung Susanto, Virk Singh Parminder, Russell Reinke, B.P. Mallikarjuna, Swamy, Rina Hapsari Wening, Cucu Gunarsih, Wage Ratna Rohaeni, Satoto. (Heri Wuryanta, STP, MP)

Sebagai upaya mendukung program Pengembangan Produk Biofortifikasi Inpari IR Nutri Zinc di tingkat pengguna teknologi, Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) telah menyelenggarakan bimbingan teknis secara daring dengan topik ‘’Inpari IR Nutri Zinc, Produk Biofortifikasi Salah Satu Solusi Menangani Stunting di Indonesia”  pada tanggal 20 Mei 2020 yang diikuti oleh perwakilan 9 provinsi. Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak diwakili Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura serta Kelompok Jabatan Fungsional. Pada MT II ini di Desa Tlogosih Kecamatan Kebonagung Kabupaten Demak telah ditanam padi Inpari IR Nutri Zink dimaksud.

Inpari IR Nutri Zinc mempunyai banyak kelebihan dibanding beberapa varietas lain dalam hal kandungan Zn. Berdasarkan data deskripsi yang dikeluarkan melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian tahun 2019, bahwa kandungan Zn pada varietas tersebut sebesar 34,51 ppm sementara varietas lain seperti Ciherang memiliki kandungan 24.06 ppm. Keunggulan itulah diharapkan dapat turut mensukseskan program pemerintah dalam mengatasi kekurangan gizi  Zinc dan meminimalisir stunting di Indonesia.

Kekurangan Zn dalam tubuh selain berakibat menurunnya daya tahan tubuh, produktifitas, dan kualitas hidup manusia, kekurangan gizi Zn juga menjadi salah satu faktor kekerdilan atau stunting. Biofortifikasi pada Inpari IR Nutri Zinc diharapkan dapat membantu peningkatan nilai gizi sekaligus mengatasi kekurangan gizi besi pada masyarakat. Varietas ini memiliki kadar amilosa 16,6 persen dan potensi kandungan Zn 34,51 ppm. Selain kaya nutrisi, varietas ini juga memiliki produktivitas tinggi, tahan WBC, Blas, dan Tungro, serta rasa nasi enak. Gaya hidup sehat yang terus berkembang mendorong kian tingginya kebutuhan masyarakat akan pangan sehat. Berkembangnya ilmu dan teknologi, membuat fungsi nasi pun bergeser, bukan hanya sumber karbohidrat namun sekaligus fungsi kesehatan.

 

 

Deskripsi Inpari IR Nutri Zinc sebagai berikut :

Tahun Dilepas                    :    2019

SK Menteri Pertanian        :    168/HK.540/C/01/2019

Asal Persilangan                :    IR91153-AC 82/ IR05F102// IR 68144-2B-2-2-3-166 /// IRRI145

Golongan                           :    Cere

Umur Tanaman                  :    ± 115 hari

Bentuk Tanaman               :    Tegak

Tinggi Tanaman                 :    ± 95 cm

Daun Bendera                   :    Tegak

Bentuk Gabah                   :    Ramping

Warna Gabah                     :    Kuning jerami

Kerontokan                        :    Sedang

Kerebahan                         :    Sedang

Tekstur Nasi                      :    Pulen

Kadar Amilosa                  :    16,60%

Berat 1000 Butir                :    ± 24,60 gram

Rata Rata Hasil                 :    ± 6,21 ton/ha

Potensi Hasil                      :    ± 9,98 ton/ha

Hama :

  • Agak tahan WBC biotipe 1, 2
  • Agak rentan WBC biotipe 3

Penyakit :

  • Agak tahan HDB patotipe III, dan rentan HDB patotipe IV dan VIII pada stadia vegetatif
  • Agak tahan HDB patotipe III rentan patotipe IV dan VIII pada stadia generatif
  • Tahan blas ras 033, 073, 133
  • Rentan blas 173
  • Agak tahan tungro inakulum Garut dan Purwakarta

Sifat Khusus :

  • Potensi kandungan Zn 34,51 ppm
  • Rata-rata kandungan Zn 29,54 ppm

Anjuran Tanam : Baik ditanam untuk lahan sawah irigasi pada ketinggian 0-600 mdpl

Pemulia : Untung Susanto, Virk Singh Parminder, Russell Reinke, B.P. Mallikarjuna, Swamy, Rina Hapsari Wening, Cucu Gunarsih, Wage Ratna Rohaeni, Satoto. (Heri Wuryanta, STP, MP)

Komentar
Kontak dan Bantuan
Berita Terkini
Berita Instansi

Penerimaan Bantuan dan Donasi dari RSI Darus Syifa Bagi Petugas Kesehatan Penanganan COVID-19 di RSU Haji Surabaya

Penerimaan Bantuan dan Donasi dari RSI Darus Syifa Bagi Petugas Kesehatan Penanganan COVID-19 di RSU Haji Surabaya

12/07/2020

Penerimaan Bantuan dan Donasi dari Institusi dan Perorangan ( Yayasan Barokah Manfaat Dunia Akhirat) Bagi Petugas Kesehatan Untuk Penanganan COVID-19 di Rumah Sakit Umum Haji Surabaya

Penerimaan Bantuan dan Donasi dari Institusi dan Perorangan ( Yayasan Barokah Manfaat Dunia Akhirat) Bagi Petugas Kesehatan Untuk Penanganan COVID-19 di Rumah Sakit Umum Haji Surabaya

12/07/2020

AYO SEMUA PAKAI MASKER. Cegah penularan Covid19.

AYO SEMUA PAKAI MASKER. Cegah penularan Covid19.

12/07/2020
Berita lainnya
Kata Kunci