Kementerian Keuangan - Direktorat Jenderal Bea can Cukai

BEA CUKAI NGURAH RAI BERSINERGI GAGALKAN UPAYA PENYELUNDUPAN EKSPOR BABY LOBSTER DARI BALI

04 September 2019


BADUNG (02/08/2019) – Gagalkan upaya percobaan penyelundupan ekspor baby lobster, Bea Cukai tindak WNI asal Wonogiri di Gudang, Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai pada Senin, 2 September 2019. Penggagalan ekspor illegal tersebut berhasil dilakukan atas sinergi petugas Bea Cukai Ngurah Rai, Bea Cukai Kanwil Bali Nusra, dengan Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Denpasar.

“Upaya percobaan ekspor ilegal berupa baby lobster dilakukan oleh seorang pria oknum groundhandling berinisial AP (25), asal Wonogiri, Jawa Tengah. Penindakan atas percobaan eksportasi ilegal ini dilakukan atas informasi dari masyarakat pada pukul 03:00 WITA pagi tadi. Menindaklanjuti informasi tersebut, pemantauan bersama dilakukan oleh petugas gabungan. Pada saat dilakukan pemantauan, AP kedapatan mengambil barang larangan dan pembatasan ekspor tersebut dari truk ke trolly yang selanjutnya ditujukan untuk dimuat ke pesawat pada pukul 06:00 WITA. ” ungkap Himawan Indarjono, Kepala Kantor Bea Cukai Ngurah Rai.

Pada saat penggeledahan dilakukan terhadap AP, petugas menemukan barang bukti sebanyak 19 kantong plastik berisi Baby Lobster jenis pasir sebanyak 16.663 ekor dan 1 (satu) kantong plastik berisi Baby Lobster jenis Mutiara sebanyak 529 ekor dengan total seluruhnya sebanyak 17.192 ekor. Barang bukti tersebut disembunyikan AP dalam tas yang disamarkan dengan wadah karton bertuliskan “Paper Cup”.  Nilai jual atas keseluruhan barang bukti tersebut ditaksir sebesar Rp 2.605.250.000.

Atas perbuatannya, AP dapat diduga telah melanggar Pasal 53, Ayat 4, UU 17 tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan yakni Barang yang dilarang atau dibatasi untuk diimpor atau diekspor yang tidak diberitahukan atau diberitahukan secara tidak benar dinyatakan sebagai barang yang dikuasai negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68, kecuali terhadap barang dimaksud ditetapkan lain berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku. “Saat ini, barang bukti telah diserahterimakan ke Penyidik Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu Dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Denpasar untuk ditindaklanjuti.” pungkas Himawan mengakhiri.

Komentar
Kontak dan Bantuan
Berita Terkini
Berita Instansi

RESES ANGGOTA DPRD DAPIL II DI KECAMATAN PULAU RIMAU

Anggota DPRD Kabupaten Banyuasin Dapil II melaksanakan kegiatan Reses Masa Persidangan (MP) III di Kecamatan Pulau Rimau dan Selat Penuguan

12/08/2020

Berani Berkurban, Berani Masuk Surga

(Bandung, 3 Agustus 2020) Allaahu akbar Allaahu akbar Allaahu akbar, laa illaa haillallahuwaallaahuakbar Allaahu akbar walillaahil hamd...

12/08/2020

Video Conference Dialog Kinerja Organisasi (DKO) dan Rapat Pemantauan Manajemen Risiko (MR) Bulan Agustus?

(Bandung, 06 Agustus 2020)? Bea Cukai Bandung kembali melaksanakan kegiatan rapat DKO dan Pemantauan Manajemen Risiko secara virtual.

12/08/2020
Berita lainnya
Kata Kunci
Ayo ikut survei Kepuasan Pelayanan Publik Masukkan Anda sangat membantu kami dalam meningkatkan Pelayanan Publik. Ikuti Survei