Izin Unit Transfusi Darah



  • Surat Izin Tetap;
  • Rekomendasi Dinas kesehatan;
  • Rekomendasi PMI Pusat;
  • Rekomendasi PMI Bali;
  • Struktur Organisasi yang disahkan PMI;
  • Daftar Inventaris, ketenagaan dan Prasarana;
  • Fotocopy IMB;
  • Sarana rumah sakit pemerintah dan rumah sakit swasta yang akan menggunakan darah, minimal 100 kantong darah per bulan;
  • Perlengkapan seleksi donor (timbangan badan, tensimeter, kantong darah, alat periksa HB, alat periksa golongan darah);
  • Perlengakapan penyadap darah (tensi meter, tempat tidur, kantong darah,klem, tang khusus, anti septik, plester);
  • Perlengkapan penyimpan darah (bank darah, lemari pendingin, peti, pendingin darah);
  • Perlengkapan laboratorium periksa darah (mikroskop lengkap inkubator dan atau waterbath, sentrifuge, tabung gelkasnya, pipet pasteur, botol semprot, gelas untuk cairan pembilas, botol botol kecil, viewing box, peralatan untuk memeriksa hepatitis b, sifilis, HIV dan penyakit lainnya lengkap dengan serum dan regensinya, transfer fack dan plasma extractor).
    1. Pemohon mengambil formulir surat ijin di Front Office, formulir yang telah diisi dan lengkapi dengan persyaratannya diserahkan kembali kepada petugas Front Office;
    2. Petugas Front Office menerima dan meneliti kelengkapan permohonan ijin, permohonan ijin yang tidak memenuhi persyaratan dikembalikan ke pemohon, sedangkan permohonan ijin yang sudah memenuhi persayaratan dilanjutkan dengan mengadministrasikan kemudian menyerahkan kepada Seksi Verifikasi Berkas;
    3. Petugas Seksi Verifikasi Berkas melakukan verifikasi keabsahan dan kelengkapan administrasi permohonan ijin. Permohonan ijin belum benar dan lengkap dikembalikan ke pemohon dilengkapi dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Penolakan, sedangkan permohonan ijin sudah lengkap dan benar dilanjutkan ke Seksi Verifikasi Lapangan dengan membuat jadwal pengecekan lokasi;
    4. Berdasarkan penjadwalan cek lokasi yang sudah ditetapkan, Tim Teknis melaksanakan pemeriksaan lapangan. Hasil pemeriksaaan lapangan yang tidak sesuai dengan dokumen permohonan dikembalikan ke pemohon dengan dilengkapi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Penolakan melalui Front Office, sedangkan hasil pemeriksaan lapangan yang sudah sesuai dengan dokumen permohonan dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang kemudian diserahkan kepada Kepala Seksi Penetapan untuk ditindak lanjuti;
    5. Kasi Penetapan berdasarkan BAP Tim Teknis yang sudah memenuhi persyaratan teknis lapangan melanjutkan dengan penerbitan surat ijin dan dilanjutkan ke Kepala Bidang Pelayanan Perijinan;
    6. Kepala Bidang Pelayanan Perijinan meneliti dan memberi paraf penerbitan surat ijin, kemudian menyerahkan kepada Kepala Dinas;
    7. Kepala Dinas menandatangani Surat Izin Unit Transfusi Darah;
    8. Surat Surat Izin Unit Transfusi Darah yang sudah ditandatangani Kepala Dinas diserahkan kepada petugas loket pengambilan ijin;
    9. Petugas Loket pengambilan ijin memberitahukan Surat Izin Unit Transfusi Darah dan membayar Sumbangan Pihak Ketiga Surat Izin Unit Transfusi Darah yang sudah ditandatangani.
    5 Hari kerja

    Jangka waktu Surat Izin Unit Transfusi Darah adalah selambat-lambatnya 5 (lima) kerja setelah permohonan diterima secara lengkap dan benar

    Tidak dikenakan biaya

  • Surat Izin Unit Transfusi Darah
    1. Melalui kotak saran yang ada pada Dinas PMPPTSP
    2. Pengaduan secara tertulis ke Dinas PMPPTSP
    3. Pengaduan secara langsung ke Dinas PMPPTSP
    4. Dibentuk Tim / petugas khusus penanganan pengaduan saran dan masukan.

    Ayo ikuti survei SIPP Masukkan Anda sangat membantu kami dalam meningkatkan layanan situs SIPP. Ikuti Survei