Izin Usaha Peternakan



  • a. Fotocopy KTP Pemilik / penanggung jawab
  • b. Fotocopy Akta Pendirian Perusahaan (untuk Berbadan Hukum)
  • c. Fotocopy NPWP
  • d. Fotocopy ITR
  • e. Foto copy Persetujuan Prinsip Membangun bagi bangunan yang diwajibkan untuk itu
  • f. Fotocopy Izin Lokasi
  • g. Fotocopy Ijin Lingkungan bagi usaha dan atau kegiatan yang wajib memiliki amdal dan UKL-UPL serta SPPL (Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan Hidup) bagi Usaha dan/atau kegiatan yang tidak wajibamdal dan UKL-UPL
  • h. Fotocopy IMB
  • i. Fotocopy TDP
  • j. Fotocopy Surat Keterangan Sehat Hewan
  • k. Foto berwarna 3x4 sebanyak 4 lembar
  • l. Rekomendasi dari Dinas Pertanian bagi permohonan baru
  • m. Asli ijin usaha yang dimiliki bagi pendaftaran ulang
    1. 1. Pemohon mengambil formulir surat ijin di Front Office, formulir yang telah diisi dan lengkapi dengan persyaratannya diserahkan kembali kepada petugas Front Office
    2. 2. Petugas Front Office menerima dan meneliti kelengkapan permohonan ijin, permohonan ijin yang tidak memenuhi persyaratan dikembalikan ke pemohon, sedangkan permohonan ijin yang sudah memenuhi persayaratan dilanjutkan dengan mengadministrasikan kemudian menyerahkan kepada Seksi Verifikasi Berkas
    3. 3. Petugas Seksi Verifikasi Berkas melakukan verifikasi keabsahan dan kelengkapan administrasi permohonan ijin. Permohonan ijin belum benar dan lengkap dikembalikan ke pemohon dilengkapi dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Penolakan, sedangkan permohonan ijin sudah lengkap dan benar dilanjutkan ke Seksi Verifikasi Lapangan dengan membuat jadwal pengecekan lokasi
    4. 4. Berdasarkan penjadwalan cek lokasi yang sudah ditetapkan, Tim Teknis melaksanakan pemeriksaan lapangan. Hasil pemeriksaaan lapangan yang tidak sesuai dengan dokumen permohonan dikembalikan ke pemohon dengan dilengkapi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Penolakan melalui Front Office, sedangkan hasil pemeriksaan lapangan yang sudah sesuai dengan dokumen permohonan dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang kemudian diserahkan kepada Kepala Seksi Penetapan untuk ditindak lanjuti
    5. 5. Kasi Penetapan berdasarkan BAP Tim Teknis yang sudah memenuhi persyaratan teknis lapangan melanjutkan dengan penerbitan surat ijin dan dilanjutkan ke Kepala Bidang Pelayanan Perijinan
    6. 6. Kepala Bidang Pelayanan Perijinan meneliti dan memberi paraf penerbitan surat ijin, kemudian menyerahkan kepada Kepala Dinas
    7. 7. Kepala Dinas menandatangani Surat Izin Usaha Peternakan
    8. 8. Surat Izin Usaha Peternakan yang sudah ditandatangani Kepala Dinas diserahkan kepada petugas loket pengambilan ijin
    9. 9. Petugas Loket pengambilan ijin memberitahukan kepada pemohon ijin untuk mengambil Surat Izin Usaha Peternakan dan membayar Sumbangan Pihak Ketiga untuk Surat Izin Usaha Peternakan yang sudah ditandatangani
    5 Hari kerja

    No Aktivitas Waktu
    1 Menyerahkan Berkas Permohonan Ijin 5 menit
    2 Melakukan penelitian, pendataan berkas dan BAP 1 Jam
    3 Melakukan penjadwalan lapangan, pengecekan lapangan, membuat berita acara dan penyusunan BAP 1 hari
    4 membuat  draft Izin  apabila memenuhi syarat teknis 1 Jam
    5 melakukan review terhadap draft  Izin  30 Menit
    6 Menandatangani   Izin  yang telah di paraf dan menyerahkan ke loket Informasi dan pengambilan formulir 5 menit
    7 Menerima Izin  yang sudah di sah kan   

    Tidak dikenakan biaya retribusi untuk mengurus Surat Izin Penyosohan Gabah/Beras melainkan dalam bentuk sumbangan dari Pihak Ketiga

     

  • Surat izin usaha peternakan
    1. Melalui kotak saran yang ada pada Dinas PMPPTSP
    2. Pengaduan secara tertulis ke Dinas PMPPTSP
    3. Pengaduan secara langsung ke Dinas PMPPTSP
    4. Dibentuk Tim / petugas khusus penanganan pengaduan saran dan masukan.

    Ayo ikuti survei SIPP Masukkan Anda sangat membantu kami dalam meningkatkan layanan situs SIPP. Ikuti Survei