Izin Praktik Fisioterapis



  • Formulir permohonan yang telah diisi secara lengkap, dibubuhi meterai tempel nominal Rp. 6.000,00 (enam ribu rupiah), ditandatangani Pemohon
  • Soft file pasfoto berwarna terbaru pemohon ukuran 4 x 6 cm berlatang belakang warna merah
  • Hasil pemindaian (scanning) asli Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-El) Pemohon yang masih berlaku / Surat Keterangan bahwa Pemohon telah melakukan perekaman data KTP El dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
  • Hasil pemindaian (scanning) asli Kartu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan / atau Surat Keterangan Terdaftar pada Tata Usaha Kantor Pelayanan Pajak (KPP) atas nama Pemohon
  • Hasil pemindaian (scanning) asli rekomendasi dari Organisasi Profesi Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI) setempat
  • Hasil pemindaian (scanning) asli Ijazah Diploma Empat atau Sarjana Terapan Fisioterapi atau Sarjana Fisioterapi dan Sertifikat Profesi Fisioterapis (untuk Fisioterapis Profesi) serta Sertifikat Profesi Fisioterapis Spesialis (untuk Fisioterapis Spesialis)
  • Hasil pemindaian (scanning) asli Surat Tanda Registrasi Fisioterapis (STRF)
  • Hasil pemindaian (scanning) asli surat keterangan berbadan sehat dari dokter yang memiliki Surat Izin Praktik
  • Hasil pemindaian (scanning) asli surat pernyataan yang dibubuhi meterai tempel nominal Rp. 6.000,00 (enam ribu rupiah) bahwa memiliki tempat praktik pelayanan Fisioterapi secara mandiri / memiliki tempat praktik di Fasilitas Pelayanan Kesehatan atau surat keterangan dari pimpinan Fasilitas Pelayanan Kesehatan
  • Hasil pemindaian (scanning) asli denah lokasi dengan situasi sekitarnya dan koordinat alamat tempat praktik pelayanan Fisioterapi secara mandiri atau Fasilitas Pelayanan Kesehatan
    1. Pemohon mendapatkan formulir dan penjelasan di loket informasi (customer service) pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Situbondo (DPMPTSP) atau melalui portal SiPinTer di alamat http://sipinter.situbondokab.go.id
    2. Pemohon mengisi dan melengkapi formulir beserta persyaratan administratif kemudian menyerahkannya ke petugas front office (FO) pada DPMPTSP
    3. Petugas FO melakukan identifikasi isian formulir permohonan dan kelengkapan persyaratan administratif. Jika lengkap, petugas FO akan meregistrasi dan membuatkan tanda terima berkas untuk pemohon serta menyerahkan berkas permohonan tersebut kepada Kepala Seksi Verifikasi pada DPMPTSP. Sebaliknya jika tidak lengkap atau tidak benar, permohonan ditolak dan dikembalikan kepada pemohon
    4. Kepala Seksi Verifikasi melakukan identifikasi ulang dan verifikasi terhadap kebenaran isian formulir permohonan dan kelengkapan persyaratan administratif. Jika persyaratan terpenuhi dan sesuai, Kepala Seksi Verifikasi segera mengirimkan berkas permohonan tersebut ke Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo dengan surat pengantar untuk mendapatkan rekomendasi. Sebaliknya jika persyaratan tidak terpenuhi dan tidak sesuai, permohonan ditolak dan dikembalikan kepada pemohon
    5. Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo memproses permohonan rekomendasi Izin Praktik Fisioterapis sesuai Standar Pelayanan (SP) dan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan dengan terlebih dahulu melakukan visitasi penilaian pemenuhan persyaratan tempat praktik Fisioterapis (khusus untuk Praktik Mandiri Fisioterapis). Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo adalah merekomendasi atau tidak merekomendasi
    6. Setelah menerima Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo, Kepala Seksi Penetapan dan Penerbitan pada DPMPTSP mengembalikan berkas permohonan kepada pemohon apabila Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo tidak merekomendasi. Sebaliknya Kepala Seksi Penetapan dan Penerbitan memerintahkan petugas back office untuk melakukan pengolahan izin apabila Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo merekomendasi
    7. Kepala Seksi Penetapan dan Penerbitan memeriksa format, mencermati redaksi, dan membubuhkan paraf pada draf surat izin yang sebelumnya juga diparaf oleh Kepala Seksi Verifikasi
    8. Kepala Bidang Pelayanan Terpadu memeriksa kembali dan membubuhkan paraf pada draf surat izin. Jika tidak sesuai, maka draf dikembalikan ke Kepala Seksi Penetapan dan Penerbitan pada DPMPTSP untuk direvisi
    9. Kepala DPMPTSP memeriksa kembali dan menandatangani penerbitan surat izin. Jika tidak sesuai, maka draf dikembalikan ke Kepala Bidang Pelayanan Terpadu pada DPMPTSP untuk direvisi
    10. Petugas back office memberikan nomor, tanggal, dan stempel perangkat daerah pada surat izin serta menyerahkan arsip ke Bidang Data, Informasi, dan Pengaduan pada DPMPTSP
    11. Petugas Loket Penyerahan menerima persyaratan administrasi yang harus diserahkan pemohon dan menyerahkan surat izin kepada Pemohon
    5 Hari kerja

    Jam kerja hari Senin s.d. Kamis: 07.00 - 16.00 WIB.

    Jam kerja hari Jum’at: 07.00 - 11.00 WIB.

    Tidak dipungut biaya
  • Dokumen berupa Surat Izin Praktik Fisioterapis (SIPF)

  • Layanan Lain

    Ayo ikuti survei SIPP Masukkan Anda sangat membantu kami dalam meningkatkan layanan situs SIPP. Ikuti Survei